KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
(Kebutuhan Istirahat dan Tidur)
Kesempatan untuk istirahat dan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan makan, aktivitas maupun kebutuhan dasar lainnya. Setiap individu membutuhkan istirahat dan tidur untuk memulihkan kembali kesehatannya.
PENGERTIAN
1) Istirahat
2) Keadaan
tenang, relaks, tanpa tekanan emosional dan bebas dari perasaan gelisah.
3) Istirahat
bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali. Terkadang, jalan-jalan di
taman, nonton tv, dsb juga dikatakan sebagai bentuk istirahat.
4) Tidur
5) Status
perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkunan
menurun.
FISIOLOGI TIDUR
1)
Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua
sistem pada batang otak
2)
RAS (Retikuler Activating System)
3)
BSR (Bulbar Synchronizing Region)
TAHAPAN
TIDUR
Berdasarkan
penelitian yg dilakukan dengan bantuan alat elektroensefalogram (EEG),
elektro-okulogram (EOG), dan elektromiogram (EMG) diketahui tahapan tidur
sebagai berikut :
1)
Tidur NREM (Non Rapid Eye Movement)
2)
Tidur REM (Rapid Eye Movement)
1.
NREM Tahap I
a)
Tingkat transisi
b)
merespon cahaya
c)
berlangsung beberapa menit
d)
mudah terbangun dengan rangsangan
e)
aktivitas fisik menurun, tanda vital dan metabolisme
menurun
f)
bila terbangun terasa sedang mimpi
2. NREM Tahap II
a)
Periode
suara tidur
b)
Mulai
relaksasi otot
c)
Berlangsung
10-20 menit
d)
Fungsi
tubuh beralngsung lambat
e)
Dapat
dibangunkan dengan mudah
3. NREM Tahap III
a) Awal tahap dari keadaan tidur
nyenyak
b) Sulit dibangunkan
c) Relaksasi otot menyeluruh
d) Tekanan
4. NREM Tahap IV
a) Tidur nyenyak
b) Sulit untuk dibangunkan, butuh
stimulus intensif
c) Tonus otot menurun
d) Gerak bola mata cepat
II.
Tahap
Tidur REM
1. Lebih sulit dibangunkan dibandingkan
dengan tidur REM
2. Pada orang dewasa normal REM : 20-25%
dari tidur malamnya
3. Jika individu terbangun pada tidur
REM maka biasanya terjadi mimpi
4. Tidur REM penting untuk keseimangan
mental, emosi juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi
Karakteristik Tidur REM :
·
Mata :
Cepat tertutup dan terbuka
·
Otot-otot :
Kejang otot kecil, otot besar immobilisasi
·
Pernafasan :
Tidur teratur, kadang
dengan apnea
·
Nadi :
Cepat dan ireguler
·
Tekanan darah :
Meningkat atau fluktuasi
·
Sekresi gaster : Meningkat
·
Metabolisme :
Meningkat, temperatur tubuh naik
·
Gelombang otak :
EEG aktif
·
Siklus tidur :
Sulit dibangunkan
TAHAP
KARAKTERISTIK
1.
Tahap
I
Tahap transisi antara bangun dan tidur. Individu
cenderung relaks, masih sadar dengan lingkungannya, dan mudah dibangunkan.
Normalnya tahap ini berlangsung beberapa menit dan merupakan 5% dari total
tidur.
2.
Tahap II
Individu masuk dalam
tahap tidur, namun masih dapat bangun dengan mudah. Otot mulai relaksasi.
Normalnya tahap ini berlangsung selama 10 -20 menit dan merupakan 50%-55% dari
total tidur
3.
Tahap III
Merupakan tahap awal dari
tahap tidur nyenyak. Tidur dalam, relaksasi otot menyeluruh, dan individu
cenderung sulit dibangunkan. Tahap ini berlangsung selama 15-30 menit dan
merupakan 10% dari total tidur.
4.
Tahap IV
Tidur semakin dalam
atau delta sleep .Individu menjadi sulit dibangunkan sehingga membutuhkan
stimulus. Terjadi perubahan fisiologis, yakni: EEG gelombang otak melemah, nadi
dan pernapasan menurun, tekanan darah menurun, tonus otot menurun, metabolisme
lambat, temperatur tubuh menurun. Tahap ini merupakan 10% dari total tidur.
1.
Neonatus s/d 3 bulan
a.
Kira-kira
membutuhkan 16 jam/hari
b.
Mudah
berespon terhadap stimulus
c.
Pada minggu pertama kelahiran 50% adalah tahap REM
2.
Bayi
a.
Pada
malam hari kira-kira tidur 8-10 jam
b.
Usia
1 bulan sampai dengan 1 tahun kira-kira tidur 14 jam/hari
c.
Tahap
REM 20-30%
3.
Toddler
a.
Tidur 10-12 jam/hari
b.
25% tahap REM
4.
Prescholler
a.
Tidur
11 jam pada malam hari
b.
18,5%
tahap REM
5.
Usia Sekolah
a.
Tidur
10 jam pada malam hari
b.
18,5%
tahap REM
6.
Adolensia
a. Tidur 8,5 jam
pada malam hari
b. 20% tahap REM
7.
Dewasa muda
a. Tidur 7-9
jam/hari
b. 20-25% tahap
REM
8.
Usia dewasa pertengahan
a. ± 7 jam/hari
b. 20% tahap REM
9.
Usia tua
a. ± 6 jam/hari
b. 20-25% tahap
REM
c. Tahap IV NREM
menurun dan kadang-kadang absen
d. Sering
terbangun pada malam hari
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI TIDUR
• Penyakit
Seseorang yang mengalami sakit memerlukan waktu
tidur lebih banyak dari normal. Namun demikian keadaan sakit menjadikan pasien
kurang tidur atau tidak dpt tidur. Mis, pada pasien dengan gangguan pernapasan
seperti asma, bronkhitis, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit persarafan.
• Lingkungan
Pasien yg biasa tidur pada lingkungan yang tenang
dan nyaman, kemungkinan terjadi perubahan suasana seperti gaduhmaka akan
menghambat tidurnya
• Motivasi
Motivasi dapat mempengaruhi tidur dan dapat
menimbulkan keinginan untuk tetap bangun dan waspada menahan kantuk
• Kelelahan
Dapat memperpendek periode pertama dari
tahap REM
• Kecemasan
Pada keadaan cemas sso mungkin meningkatkan saraf simpatis sehingga mengganggu
tidurnya
• Alkohol
Alkohol menekan REM secara normal, sso yg tahan
minum alkohol dapat mengakibatkan insomnia dan lekas marah
• Obat-obatan
Bbrp obat yg dpt menimbulkan gangguan tidur a.l
:Diuretik (menyebabkan insomnia), Anti depresan (supresi REM), Kaffein
(Meningkatkan saraf simpatis), Beta Bloker (Menimbulkan insomnia),Narkotika
(Mensupresi REM)
GANGGUAN
TIDUR
Insomnia
ketidakmampuan
memenuhi kebutuhan tidur, baik secara kualitas maupun kuantitas. Umumnya
ditemui pada individu dewasa. Penyebabnya bisa karena gangguan fisik atau
karena faktor mental seperti perasaan gundah dan gelisah. Ada tiga jenis
insomnia yaitu Initial insomnia adalah kesulitan untuk memulai tidur,
Intermitten insomnia adalah kesulitan untuk tetap tertidur karena seringnya
terjaga, terminal insomnia adalah bangun terlalu dini dan sulit untuk tidur
kembali.
Parasomnia
adalah perilaku yang dapat mengganggu tidur atau muncul saat seseorang tidur.
Mis, tidur berjalan, mengigau.
Hipersomnia
adalah kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yg berlebihan terutama pada siang
hari.
Narkolepsi
Gelombang kantuk yang tak tertahankan yang muncul secara tiba-tiba pada siang
hari.
Apnea saat tidur dan mendengkur
Mendengkur bukan dianggap sebagai gangguan tidur, namun bila disertai apnea
maka bisa menjadi masalah.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN MASALAH TIDUR
A. PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan tentang tidur
·
Kebiasaan
pola tidur bangun, apakah ada perubahan :
·
Waktu
tidurjumlah jam tidur,kualitas tidur,apakah kesulitan tidur,sering bangun saat
tidur
·
apakah
mengalami mimpi yang mengancam.
·
Dampak
pola tidur terhadap fungsi sehari-hari:apakah merasa segar saat bangun,apa yang
terjadi jika kurang tidur
·
Adakah
alat bantu tidur: apa yang anda lakukan sebelum tidur, apakah menggunakan
obat-obatan untuk membantu tidur.
·
Gangguan
tidur/faktor-faktor konstribusi:Jenis gangguan tidur,kapan masalah itu terjadi.
2. Pemeriksaan fisik
· Observasi penampilan wajah, perilaku
dan tingkat energi pasien
· Adanya lingkaran hitam disekitar
mata, mata sayu dankonjungtiva kemerahan
· Kelopak mata begnkak
· Perilaku : iritabilitas, gelisah,
tidak perhatian, menguap, menarik diri, bingung dan kurang koordinasi
3. Pemeriksaan diagnostik
· Electroencephalogram (EEG)
· Electromyogram (EMG)
· Electrocologram (EOG)
4. Diagnosa Keperawatan Gangguan Pola
Tidur b/d :
· Sering terjaga dimalam hari
· Tidur berlebihan disiang hari
· Depresi
· Nyeri
· Stres
· Aktivitas siang hari yang tidak
adekuat
· Perubahan lingkungan
· Takut
5. Tujuan
Untuk mempertahankan pola tidur yang memberikan energi yang cukup untuk
menjalani aktivitas sehari-hari
B. INTERVENSI RASIONAL
Pengkajian
1. Kaji
masalah yang menyebabkan gangguan tidur (Nyeri, takut,stress,ansietas,
imobilitas, sering berkemih, lingkungan yang asing, temperatur)
2. Kurangi
atau hilangkan distraksi lingkungan dan gangguan tidur (bising : tutup pintu
kamar, turunkan volume TV)
3. Bantu
upaya tidur dengan menggunakan alat bantu tidur (mis., air hangat untuk mandi,
minum susu sebelum tidur)
4. Memberikan informasi dasar dalam menentukan rencana
perawatan
5. Lingkungan yang tenang dapat mengurangi gangguan
tidur
6.
Mandi air hangat sebelum tidur dapat meningkatkan
relaksasi. Sedangkan minum susu hangat mengandung L-triptofan (penginduksi
tidur)
No comments:
Post a Comment